Hamdan Hasan Sebut Paham SEPILIS Berbahaya Bagi Umat Islam

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Tidak dipungkiri tingkat kewaspadaan masyarakat terutama umat Islam terhadap  paham SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme) sudah sampai stadium empat alias sangat mengkhawatirkan.Sejumlah desa yang jauh dari perkotaan yang dulunya masih dipenuhi orang-orang yang berdatangan ke masjid untuk melaksanakan sholat lima waktu,kini mulai redup seiring dengan masuknya paham liberalisme ke berbagai desa maupun di pedalaman yang mayaroritas penduduknya beragama Islam.

Berkembangnya pemikiran atau paham SEPILIS di Indonesia yang kini gencar didengungkan berbagai lembaga liberalis seperti Jaringan Islam Liberal (JIL), Indonesia Conference on Relegion and peace (ICRP) Wahid Institute, Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan masyarakat (P3M), dan lembaga sejenis lainnya telah membawa dampak pemikiran yang tidak sejalan dengan akidah Islam.Lembaga-lembaga tersebut konon getol menyebarkan paham SEPILIS dengan berkedok HAM dan kebebasan berdemokrasi, yang pada akhirnya mengaburkan pemahaman sebagian umat Islam dari ajaran Islam yang sesungguhnya.

“Bicara tentang liberalisme bahwasanya ini adalah merupakan salah satu strategi orang yang tidak suka terhadap Islam yang ingin menghancurkan islam itu sendiri, terutama pada generasi mudanya.Dari generasi muda yang laki-laki maupun yang perempuan,sehingga liberalisme ini harus segera dituntaskan dan diberikan pemahaman-pemahaman Islam yang baik terhadap generasi muda kita sekarang,” kata ustadz Hamdan Hasan membuka pembicaraan kepada Matamatanews.com, Ahad (2/6/2019) sore kemarin di Masjid Al-Fath, Desa Bojong Kulur,  Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

“Saya contohkan di daerah saya di Ternate, Maluku Utara dulu di zaman Kesultanan, Islam itu bangkit dan tumbuh begitu baik sehingga banyak orang melaksanakan sholat lima waktu, bahkan masjid-masjid itu penuh dengan masyarakat di Ternate Maluku Utara melaksanakan sholat lima waktu.Tapi dengan bergantinya waktu, bergantinya tahun maka masyarakat terutama di kalangan pemuda dan pemudi pun mulai merubah pikiran, sehingga para pemuda-pemudi yang dulunya gemar melaksanakan sholat lima waktu kini secara signifikan mulai berkurang.Dan itu semua dipengaruhi terutama oleh liberalisme, pemahaman-pemahaman yang ditanamkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab terhadap anak-anak muda kita di Maluku Utara,” lanjut Hamdan, dengan nada prihatin.

Menurut pria kelahiran Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), 28 Februari 1990 yang akrab dipanggil ustadz ini, sudah saatnya generasi muda Islam diberikan pemahaman yang baik dan benar tentang ajaran Islam itu sendiri sehingga ketika dicekoki berbagai paham yang tidak sesuai dengan akidah seperti SEPILIS mereka bisa menangkalnya.

“Liberalisme apapun bentuknya sangat membahayakan bagi umat Islam,terutama untuk generasi mudanya. Saya berharap kepada para  guru,ustadz ,politisi dan pejabat,maupun pemimpin Islam yang masih memiliki kepedulian untuk mengambil langkah-preventif untuk melindungi generasi muda Islam dari serangan gencar paham Liberalisme maupun menyesatkan lainnya yang tidak sejalan dan bertentangan dengan akidah umat Islam,” tegas Hamdan Hasan seraya mengutip QS. Al-Mumtahanah [60] : 8-9) yang berbunyi :

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.” **(icam)

 

sam

No comment

Leave a Response