Empat Kapal Komersial Disabotase Dilepas Pantai Fujairah

 

Matamatanews.com, DUBAI—Empat kapal komersial dikabarkan disabotase di lepas pantai dekat Emirat Fujairah, di luar Selat Hormuz, demikian diungkapkan Uni Emirat Arab (UEA).meneteri energi arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan, bahwa dua kapal tanker minyak Saudi menjadi target dalam serangan sabotase di lepas pantai Fujairah, yaitu salah satu dari tujuh keemiran di Uni Emirat Arab. Falih mengatakan, sabotase tersebut bisa mengancam pasokan minyak global.

Kendati pihak Saudi menegaskan bahwa dua kapal tanker minyaknya diserang dilepas pantai Fujaira, namun UEA  tidak menjelaskan bentuk serangan atau siapa di balik penyerangan tersebut. Sejauh ini UEA tidak merinci asal negara maupun pemili kapal tersebut, sementara pihak Arab Saudi menyatakan dua kapal itu miliknya dan perusahaan Norwegia mengakui sebagai pemilik satu kapal lainnya. Sejauh ini informasi tentang keempat kapal itu belum jelas.

Disebutkan salah satu dari dua tanker tersebut sedang dalam perjalan yang memuat minyak mentah saudi dari Pelabuhan Ras Tanura. Tanker itu akan dikirim ke perusahaan minyak milik negara Saudi Aramco di Amerika Serikat (AS). “Serangan itu tidak menyebabkan korban atau tumpahan minyak, tetapi menyebabkan kerusakan siginifikan pada struktur kedua kapal,’ jelas Falih dalam sebuah pernyataan seperti dikutip kantor berita Arab Saudi,SPA pada Senin (13/5/2019) kemarin.

Seperti diketahui hubungan Iran dengan Amerika Serikat tengah memanas terkait sanksi dan kehadiran militer Amerika Serikat dikawasan tersebut, bahkan kementerian Luar Negeri Iran menyatakan  insiden tersebut mengkahwatirkan. Mereka insiden tersebut di investigasi.”Penyabotase dari negara ketiga bisa sebagai pelakunya,” kata seorang anggota parlemen Iran seperti dikutip Reuters. Dia menjelaskan, bahwa insiden itu menunjukkan bahwa keamanan negara-negara Teluk sangat rawan.

Juru Bicara Kemenlu Iran Abbas Mousavi menyatakan insiden itu berdampak negatif pada keamanan transportasi maritim. “Negara-negara di kawasan harus waspada terhadap rencana gangguan oleh agen-agen asing,” ujar dia. Menyoroti masalah internasional itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Jeremy Hunt memperingatkan risiko konflik terjadi tanpa diduga seiring ketegangan baru antara AS dan Iran terkait kesepakatan nuklir.

AS mundur tahun lalu dari Pakta 2015 antara Iran dan kekuatan dunia untuk mengendalikan program nuklir Iran. Sejak saat itu, AS kembali menerapkan sanksi pada Iran untuk mengurangi ekspor minyak menjadi nol. Seperlima pelayaran minyak dunia melintasi Selat Hormuz dari para produsen minyak mentah Timur Tengah ke berbagai pasar utama di Asia, Eropa, Amerika Utara, dan lainnya. 

Perairan sempit itu memisahkan Iran dari Semenanjung Arab. Garda Revolusioner Iran mengancam menutup selat itu jika Teheran dilarang menggunakannya. Harga minyak segera melambung kemarin, dengan minyak mentah Brent menjadi USD71,71 per barel pada 09.12 GMT, naik USD1,09.

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih menjelaskan, satu dari dua kapal Saudi itu diserang saat sedang diisi minyak mentah Saudi dari Pelabuhan Ras Tanura untuk pengiriman kepada konsumen Saudi Aramco di AS. “Serangan itu tidak mengakibatkan korban tewas atau tumpahan minyak, tapi menyebabkan kerusakan besar pada struktur kapal,” tutur Khalid dilansir Reuters.

Khalid al-Falih menyatakan, serangan itu bertujuan merusak kebebasan maritim dan keamanan suplai minyak pada konsumen global. “Komunitas internasional telah bertanggung jawab bersama melindungi keamanan navigasi maritim dan keamanan tanker minyak untuk mencegah dampak insiden semacam ini pada pasar energi dan bahaya yang ada pada ekonomi global,” ujar dia.

Sumber perdagangan dan pengiriman menyebut kapal-kapal Saudi itu adalah tanker pengangkut minyak mentah sangat besar (VLCC) Amjad dan tanker Al Marzoqah yang keduanya dimiliki perusahaan pelayaran Saudi, Bahri. Pihak perusahaan belum memberikan komentar terkait insiden itu. Thome Ship Management menyatakan, “Tanker yang terdaftar di Norwegia, MT Andrea Victory, diserang oleh benda tak dikenal di perairan yang menyebabkan lubang di haluan kapal.”

Kemenlu UEA menyatakan tidak ada korban jiwa dan operasional Pelabuhan Fujairah berjalan normal. Investigasi diluncurkan dengan koordinasi otoritas internasional. UEA mendesak kekuatan global mencegah pihak manapun yang mencoba merusak keamanan dan keselamatan maritim. Bursa saham Teluk anjlok kemarin, dengan indeks di Dubai yang menjadi pusat bisnis dan perdagangan kawasan turun 2,6% dan indeks Saudi turun lebih dari 2%.

Aliansi Saudi dan UEA mendukung sanksi AS terhadap Iran. Setelah AS menghentikan semua keringanan sanksi yang mengizinkan beberapa negara terus mengimpor minyak mentah Iran, AS menyatakan Saudi dan UEA akan membantu mengganti kekurangan dalam suplai minyak. Badan Maritim AS menyatakan awal bulan ini bahwa kapal-kapal komersial AS termasuk tanker minyak yang berlayar melalui perairan Timur Tengah dapat ditargetkan oleh Iran.(cam/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response